Berjalan aku di perjalanan yang jauh
dalam kegelapan malam menuju cahaya
Dan aku kelanggaran mereka yang punya arah berbeda
“Hoi, buta kamu!” jerit mereka
“Maaf, tuan,” kataku
Ini malam yang gelap gelita yang aku tidak bisa melihat”
“Benarlah kamu ini buta,” kata mereka
“sedang ini siang yang terang benderang”
“Maaf, tuan, aku bukan buta,” jawabku
“Aku bisa melihat ke sana yang punya cahaya”
“Hoi, gila kamu!” jerit mereka
“Kami yang dari sana yang gelap gelita”,
“menuju ke sini yang punya cahaya”
“Mana mungkin,” bisikku
“Aku yang dari sini yang gelap gelita,”
“menuju ke sana yang punya cahaya,” fikirku
Aku pun bertanya mereka siapa yang mereka ketemukan di sana
“Cuma seorang gila lain seperti kamu,” jawab mereka
“Orang yang kami kelanggaran,” jelas mereka
“Diapun berkata seperti kami berkata kepada kamu,”
“Dan kamipunmenjawab seperti kamu menjawab kepada kami,” cerita mereka
“Hoi, buta kalian!” kata dia
“Maaf, tuan, ” kata kami
“Ini malam yang gelap gelita yang kami tidak bisa melihat”
“Benarlah kalian ini buta,” kata dia
“sedang ini siang yang terang benderang”
“Maaf, tuan, kami bukan buta,” jawab kami
“Kami bisa melihat ke sana yang punya cahaya”
“Hoi, gila kalian!” jerit dia
“Aku orang yang dari sana yang gelap gelita”,
“menuju ke sini yang punya cahaya”
Akupun berterima kasih kepada mereka
Dan akupun meneruskan perjalananku dengan sepenuh yakin
sandiwara
kuala lumpur
julai 22, 2000