SANDIWARA

tracking ORIGINS

Archive for the tag “puisi”

AKU DAN KAMU

Walau aku adalah aku

Kamu adalah kamu

Namun aku adalah kamu

Kamu adalah aku

 

Akan ku sukakan hatiku

Bila ku sukakan hatimu

Akan kau sukakan hatimu

Bila kau sukakan hatiku

 

Akan ku dukakan hatimu

Bila ku dukakan hatiku

Akan kau dukakan hatiku

Bila kau dukakan hatimu

 

Walau aku adalah aku

Kamu adalah kamu

Namun aku adalah kamu

Kamu adalah aku

 

Akan ku sukakan hatimu

Bila ku sukakan hatiku

Akan kau sukakan hatiku

Bila kau sukakan hatimu

 

Akan ku dukakan hatiku

Bila ku dukakan hatimu

Akan kau dukakan hatimu

Bila kau dukakan hatiku

 

Walau aku adalah aku

Kamu adalah kamu

Namun aku adalah kamu

Kamu adalah aku

Perjalanan Kita

Di satu jalan

Di suatu perjalanan berbeda arah

yang satu di penghujungnya Allah

di satu lagi penghujungnya As-Syaitan Laknatullah

Beriman kepada Allah

umpama berdiri meghadap Allah

di jalan yang menuju kepadaNya

bagi perjalanan yang maju ke depan

buat mendekatiNya

buat menyampaikan kepadaNya

buat mendapat keredaan dan kerahmatanNya

Itulah jalan dan perjalanan orang-orang Mukmin

yang sentiasa mengorak langkah-langkah maju ke depan

atas dorongan keimanan dan kepatuhan

kepada segala suruhan Tuhan

dan meninggalkan segala larangan

yang memundurkan

Beriman kepada As-Syaitan

umpama berdiri membelakangi Tuhan

di jalan menuju dan menghadap As-Syaitan

yang setiap langkah maju ke depan

adalah menjauhi dan meninggalkan

rahmat dan keredaan Tuhan

Dan tidaklah ada pada As-Syaitan

selain kemuliaan, keagungan dan kenikmatan maya

dari kepalsuan yang memperdayakan

Yang orang-orang Musyrikin

pasti akan beroleh penyesalan

yang tidak berkesudahan

“BICARA TENTANG SANG PELUPA”

"Ya Aiyuh An-Nas!" (Hai, Sang Pelupa!)

An-Nas (Sang Pelupa)
Satu nama keramat
Yang mengingatkan kita
agar selalu beringat dan mengingati

Kita yang selalu diberi peringatan
agar sentiasa ingat dan memperingatkan
Tentang apa dan siapa kita

Tentang asal usul kita, amanah kita
Tentang pengembalian dan perkembalian kita
Tentang kiblat kita, perjalanan kita
Tentang iman, syukur dan sabar kita

Tentang janji kita terhadapNya
Tentang janjiNya terhadap kita

Jurus dan luruskan hati ke Bait Allah
Gerakkan tazkirah
Amalkan muzakarah
Tegakkan zikrullah

Subhanallah, Alhamdulillah, Lailahaillallah, Allahuakbar

sandiwara
kuala lumpur
jun 21, 2000

“Di Satu Perjalanan Berbeda”

Berjalan aku di perjalanan yang jauh

dalam kegelapan malam menuju cahaya

Dan aku kelanggaran mereka yang punya arah berbeda

“Hoi, buta kamu!” jerit mereka

“Maaf, tuan,” kataku

Ini malam yang gelap gelita yang aku tidak bisa melihat”

“Benarlah kamu ini buta,” kata mereka

“sedang ini siang yang terang benderang”

“Maaf, tuan, aku bukan buta,” jawabku

“Aku bisa melihat ke sana yang punya cahaya”

“Hoi, gila kamu!” jerit mereka

“Kami yang dari sana yang gelap gelita”,

“menuju ke sini yang punya cahaya”

“Mana mungkin,” bisikku

“Aku yang dari sini yang gelap gelita,”

“menuju ke sana yang punya cahaya,” fikirku

Aku pun bertanya mereka siapa yang mereka ketemukan di sana

“Cuma seorang gila lain seperti kamu,” jawab mereka

“Orang yang kami kelanggaran,” jelas mereka

“Diapun berkata seperti kami berkata kepada kamu,”

“Dan kamipunmenjawab seperti kamu menjawab kepada kami,” cerita mereka

“Hoi, buta kalian!” kata dia

“Maaf, tuan, ” kata kami

“Ini malam yang gelap gelita yang kami tidak bisa melihat”

“Benarlah kalian ini buta,” kata dia

“sedang ini siang yang terang benderang”

“Maaf, tuan, kami bukan buta,” jawab kami

“Kami bisa melihat ke sana yang punya cahaya”

“Hoi, gila kalian!” jerit dia

“Aku orang yang dari sana yang gelap gelita”,

“menuju ke sini yang punya cahaya”

Akupun berterima kasih kepada mereka

Dan akupun meneruskan perjalananku dengan sepenuh yakin

sandiwara

kuala lumpur

julai 22, 2000

“Aku Bukan Superman”

Aku yang terjepit

antara kemauan bumi, ibuku

dan kemauan langit, bapaku

yang keduanya saling berebutan

saling cemburu mencemburui

saling maukan aku sepenuhnya dan sepenuh masa

Ibuku yang menginginkan

kesempurnaan kehidupan keduniaan

dan bapaku menginginkan

kesempurnaan kehidupan keakhiratan

sedang keduanya jelas saling bertentangan

Lalu aku yang diminta Tuhan

pertanggungjawaban

menyempurnakan keperluan kehidupan

keduanya

dengan seadil-adilnya

sebagai anak yang pantas berbakti

tanpa menyakiti perasaan seni

kedua orangtua

Dan akupun harus naik turun

dari bumi ke langit

dan dari langit ke bumi

sepantas kilat

buat menyempurnakan

kehidupan yang saling meminta korban

yang menjadi keinginan dan kegilaan

Dan akupun harus membuatkan

agar setiap mereka

tidak pernah merasakan

tersisih dan ditinggalkan

dan sentiasa merasakan aku tetap setia hadir di sisi

Oh, Tuhan!

Kau temukanlah langit dan bumi

biar menjadi ruang yang tanpa sempadan

agar hadir cuma satu kehidupan berkekalan

yang penuh kerehatan

Kerna aku sudah amat keletihan

menempuh jalan kepayahan

dari medan jihad yang berpanjangan

yang menghidupkan dan mematikan

yang silih berganti dan terus terusan

Sedang aku tidak punya pilihan

dan akupun bukan Superman

 

sandiwara

Kuala Lumpur

Oktober 25, 2001

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.